Waspada Penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI), Foto, Video, dan Informasi Hoaks di Era Digital

Category : teknologi Posted by Administrator on 25/01/2026

Waspada Penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI), Foto, Video, dan Informasi Hoaks di Era Digital

Category : teknologi
Facebook WhatsApp

Masyarakat perlu memahami bahwa tidak semua informasi yang terlihat meyakinkan di internet adalah benar. Foto dan video yang tampak nyata bisa saja hasil rekayasa.

Teks yang terlihat rapi dan ilmiah bisa saja dibuat oleh AI tanpa dasar fakta yang valid.

Oleh karena itu, edukasi literasi digital menjadi hal yang sangat penting, khususnya bagi masyarakat yang mengakses informasi layanan publik dan kesehatan.

IT RSUD Sekayu bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap penyalahgunaan AI, foto, video, dan informasi hoaks, serta memberikan panduan praktis untuk mengenali dan menghindarinya.

Apa Itu Artificial Intelligence (AI)?

Artificial Intelligence (AI) adalah teknologi yang memungkinkan mesin atau sistem komputer meniru kemampuan manusia, seperti berpikir, belajar, menganalisis, dan mengambil keputusan.

Saat ini, AI sudah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya:

  • Chatbot layanan pelanggan
  • Aplikasi penerjemah bahasa
  • Sistem rekomendasi media sosial
  • Pembuatan teks, gambar, suara, dan video
  • Analisis data kesehatan dan administrasi

Dalam dunia kesehatan dan pelayanan publik, AI sebenarnya sangat membantu jika digunakan secara bertanggung jawab dan sesuai aturan.

Namun, teknologi yang sama juga dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang merugikan.

Bentuk Penyalahgunaan AI yang Perlu Diwaspadai

1. Penyebaran Informasi Hoaks yang Terlihat Meyakinkan

AI dapat digunakan untuk membuat artikel, pesan, atau unggahan media sosial yang tampak profesional dan meyakinkan, padahal isinya tidak benar atau menyesatkan.

Informasi hoaks yang dibuat dengan bantuan AI sering kali:

  • Menggunakan bahasa formal dan rapi
  • Mengutip sumber palsu
  • Mengatasnamakan institusi resmi
  • Menyebarkan kepanikan atau ketakutan

Contoh yang sering terjadi adalah hoaks seputar kesehatan, seperti informasi palsu tentang penyakit, obat, atau prosedur medis yang belum tentu benar dan bisa membahayakan masyarakat.

2. Manipulasi Foto dan Gambar Digital

Dengan bantuan AI, foto dapat dimanipulasi dengan sangat realistis.

Wajah seseorang bisa ditempelkan ke tubuh orang lain, suasana dapat diubah, bahkan kejadian yang tidak pernah ada bisa “dibuat” seolah-olah benar-benar terjadi.

Ciri-ciri foto hasil manipulasi AI antara lain:

  • Detail wajah terlihat tidak konsisten
  • Bayangan dan pencahayaan tidak wajar
  • Latar belakang tampak kabur atau aneh
  • Ekspresi wajah terlihat kaku atau tidak alami

Masyarakat perlu berhati-hati agar tidak langsung mempercayai atau menyebarkan foto yang belum jelas sumbernya.

3. Video Palsu atau Deepfake

Teknologi deepfake memungkinkan AI membuat video seseorang seolah-olah sedang berbicara atau melakukan sesuatu, padahal sebenarnya tidak pernah terjadi.

Video deepfake sangat berbahaya karena:

  • Sulit dibedakan dengan video asli
  • Bisa merusak reputasi seseorang atau institusi
  • Dapat digunakan untuk penipuan dan pemerasan
  • Menyebarkan informasi palsu dengan cepat

Dalam konteks pelayanan publik dan kesehatan, deepfake bisa digunakan untuk menipu masyarakat dengan mengatasnamakan pejabat, tenaga medis, atau institusi resmi.

4. Penipuan Digital Mengatasnamakan Institusi Resmi

Penyalahgunaan AI sering dikombinasikan dengan modus penipuan, seperti:

  • Pesan WhatsApp atau email palsu
  • Pengumuman layanan kesehatan palsu
  • Permintaan data pribadi atau pembayaran

Pelaku sering menggunakan logo, nama instansi, atau foto gedung agar terlihat resmi. Oleh karena itu, masyarakat harus selalu memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi.

Dampak Negatif Penyalahgunaan AI dan Hoaks

Penyalahgunaan AI dan penyebaran hoaks dapat menimbulkan berbagai dampak serius, antara lain:

  1. Menimbulkan kepanikan masyarakat
  2. Menyebabkan salah pengambilan keputusan, terutama terkait kesehatan
  3. Merusak kepercayaan publik terhadap institusi resmi
  4. Merugikan secara finansial dan psikologis
  5. Mengganggu pelayanan publik dan kesehatan

Dalam konteks rumah sakit dan layanan kesehatan, hoaks dapat berakibat fatal jika masyarakat mengikuti informasi yang salah.

Cara Mengenali Informasi Hoaks dan Konten AI Palsu

Agar tidak mudah tertipu, masyarakat dapat melakukan langkah-langkah berikut:

1. Periksa Sumber Informasi

Pastikan informasi berasal dari:

  • Website resmi pemerintah atau institusi
  • Akun media sosial terverifikasi
  • Pengumuman resmi yang dapat dikonfirmasi

Hindari mempercayai informasi dari sumber yang tidak jelas atau anonim.

2. Jangan Mudah Terpancing Judul Provokatif

Hoaks sering menggunakan judul:

  • Sensasional
  • Menakutkan
  • Mendesak untuk segera dibagikan

Jika judul terasa berlebihan, sebaiknya cek ulang sebelum mempercayai isinya.

3. Verifikasi ke Kanal Resmi

Untuk informasi terkait layanan RSUD atau pemerintah daerah, selalu cek melalui:

  • Website resmi
  • Media sosial resmi
  • Kontak layanan informasi yang tersedia

Jangan hanya mengandalkan pesan berantai.

4. Perhatikan Kualitas Foto dan Video

Jika foto atau video terasa janggal:

  • Bandingkan dengan sumber lain
  • Cari berita serupa di media tepercaya
  • Gunakan akal sehat dan logika

5. Jangan Langsung Menyebarkan Informasi

Jika ragu, lebih baik berhenti dan tidak membagikan. Menyebarkan hoaks, meskipun tidak disengaja, tetap dapat merugikan banyak orang.

Peran Masyarakat dalam Mencegah Penyebaran Hoaks

Pencegahan penyalahgunaan AI dan hoaks bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau institusi, tetapi juga seluruh masyarakat. Beberapa peran penting masyarakat antara lain:

  • Menjadi pengguna internet yang cerdas
  • Mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitar
  • Melaporkan konten mencurigakan
  • Mendukung informasi dari sumber resmi

Dengan sikap kritis dan bijak, masyarakat dapat membantu menciptakan ruang digital yang lebih aman dan sehat.

Komitmen IT RSUD Sekayu dalam Edukasi Digital

IT RSUD Sekayu terus berkomitmen untuk:

  • Menyampaikan informasi yang akurat, transparan, dan terpercaya
  • Menggunakan teknologi secara bertanggung jawab
  • Mengedukasi masyarakat terkait literasi digital dan informasi kesehatan
  • Melawan penyebaran hoaks yang merugikan masyarakat

Seluruh informasi resmi IT RSUD Sekayu hanya disampaikan melalui kanal resmi, termasuk website dan media sosial yang telah diverifikasi.

Pastikan setiap informasi yang diterima telah diverifikasi kebenarannya, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan layanan publik.

Dengan kerja sama antara institusi dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan digital yang aman, terpercaya, dan bermanfaat bagi semua.